Kembangkan Desa Wisata Budaya dan Kearifan Lokal Tana Tidung

 1 tahun yang lalu  Administrator  253 view

WISATA : Rombongan Dinas Pariwisata KTT saat melakukan kunjungan lapangan di lokasi makam kuno Desa Seputuk (foto : Dinas Pariwisata KTT )

Potensi wisata Kabupaten Tana Tidung (KTT) akan digenjot Dinas Pariwisata KTT. Di antaranya yakni, potensi wisata budaya dan kearifan lokal Desa Seputuk.

Dijelaskan Kasi Kepariwisatawan, Dinas Pariwisata KTT, Imam Noviwidianto pengembangan wisata tersebut salah satunya adalah makam kuno suku Dayak.

 

“Dari lokasi dan daya tarik, makam kuno suku Dayak ini sangat layak untuk dijadikan lokasi wisata baru. Tinggal area sekitar makam saja yang perlu kita benahi atau bersihkan,” kata Imam pada Ahad, 27 Maret 2022.

Selain makam kuno, ada juga wisata seperti Baloi Adat Dayak dan juga budaya adat Dayak Belusu yang bisa menjadi daya tarik bagi wisatawan. Pihaknya mengharapkan dapat menjadi destinasi wisata pilihan wisatawan saat berada di Desa Wisata Seputuk.

“Selain destinasi wisata Agro dan Ekowisata, pengembangan wisata kearifan lokal juga perlu, mengingat banyak unsur budaya dan sejarah di dalamnya,” ujarnya lagi.

“Sehingga ketika wisatawan datang ke KTT untuk mencari atau belajar sejarah atau pun budaya suku, maka Desa Seputuk bisa menjadi pilihannya,” ungkapnya.

 

Tahun ini Pemkab Tana Tidung bersama dengan Dinas Pariwisata, berencana akan melakukan pengembangan terhadap 5 Desa yang berpotensi dapat dijadikan sebagai Desa wisata KTT.

5 Desa Wisata itu ialah, Desa Tideng Pale Timur, Desa Kujau, Desa Safari, Desa Rian Rayo dan Desa Seputuk.

“5 Desa ini memiliki potensi wisata yang berbeda-beda, seperti destinasi wisatan hutan bakau, di Desa Tideng Pale Timur, Hutan Sosial di Desa Kujau, Air Terjun Gunung Rian di Rian Rayo, Wisata kearifan lokal di Desa Seputuk dan Lokasi Tracking di Desa Safari,” terangnya.

Dengan adanya potensi pada 5 Desa wisata ini, Imam pun berharap kalau nantinya destinasi wisata ini bisa dikelola sepenuhnya oleh Pemerintah Desa.

“Potensi wisata sebenarnya paling baik dikelola oleh Pemdes karena pasti cepat berkembangnya. Makanya kita juga ini, agar destinasi wisata ini juga bisa dikelola Pemdes dan bisa menjadi PAD tambahan bagi desa,” pungkasnya.

 

Peningkatan potensi desa wisata ini ditanggapi positif oleh warga. Yakni Loren yang merupakan warga Seputuk mengaku bangga jika makam kuno yang ada di Desa Seputuk, dapat menjadi destinasi wisata yang tidak hanya dikunjungi oleh warga desa saja. Tapi juga dapat dikunjungi oleh warga luar Desa Seputuk.

“Saya sebagai warga mendukung saja apa yang mau dibuat pemerintah, asalkan desa kita dapat hidup ekonominya,” kata Loren.

Adapun, Wahyu yang merupakan warga Desa Rian Rayo mengungkapkan apresiasinya terhadap rencana Dinas Pariwisata KTT yang ingin menjadikan desa tempatnya tinggal sebagai salah satu desa wisata KTT.

Ia mengatakan dengan adanya rencana pengembangan desa wisata, maka pelaku UMKM yang ada di Desa Rian Rayo bisa hidup kembali.

“Dulu banyak yang jualan di sekitaran Gunung Rian, tapi sejak Pandemi Covid-19, jadi pada tutup satu-satu. Makanya, dengan adanya potensi 5 Desa wisata itu, para penjual di desa ini bisa hidup kembali,” tutupnya. (*)

 

Sumber :

benuanta.co.id

https://benuanta.co.id/index.php/2022/03/27/kembangkan-desa-wisata-budaya-dan-kearifan-lokal-tana-tidung/72004/13/52/28/